Inilah Hidup yang Tanpamu..
mentari tak menghangatkanku
embun tak lagi bisa menyejukkan
betapa hatiku telah babak belur
luka dimana-mana, memar
bukankah kaki tak lagi dapat berlari kepada tujuan yang hilang?
bukankah asa tak lagi terlihat menarik jika unsur terpenting telah pergi?
ya, Sayang, kaulah unsur itu
kau hilangkan dirimu dari hidupku
dan kenapa aku ikut menghilangkan kebahagiaan darinya?
ketika kau memutuskan datang padaku
harusnya aku mencadangkan hati
sebab meski kau memang yang terindah, kau tetap yang paling berbisa
lelah aku menanti luka ini mengering
malah aku yang terus mengorek lagi dan lagi luka itu
dengan mengenang tentangmu di setiap malam
waktu…waktu…waktu…
kata mereka itulah penyembuh luka hati
tapi sampai kapan?
setahun? lima tahun? dua puluh tahun?
atau malah sampai masa ku di bumi telah habis?
inilah hidupku yang telah kau kacaukan, Sayang
selamat…selamat…
kau berhasil membuatku teramat mencintaimu…