aku berlari terlalu jauh, sampai mati rasa kakiku. mereka sudah enggan melangkah. dan sekarang giliran tubuhku yang gemetar, ketakutan untuk mencoba memberi harap lagi bagi hatiku.
lelah sekali, Sayang. mencoba mengejarmu sama seperti mencoba mengejar sang mentari. tak ada gunanya.
sekarang, kumohon kembalikan lagi hatiku yang telah kau curi. memang bukan inginmu mencurinya, aku saja yang ternyata dengan bodohnya menawar-nawarkan hati yang sanggup mencinta.
tak apa, tak apa, Sayang, jika tidak bisa mencintaiku.
hanya saja, jika kau bisa, aku adalah manusia yang paling beruntung. aku akan jadi orang yang takkan pernah berhenti mengucap syukur atasmu.