Haloo followers @KertasUsang!
Baik yg di tumblr atau pun twitter :)
Berhubung banyak banget yg penasaran siapa yg ada di balik akun kita ini.
Kita mau bagi cerita dikit nih sama kalian semua.
Pertanyaan yang biasanya dikasih itu, “adminnya cewek atau cowok sih?”
Sekarang kita mau jawab…
Jeng! Jeng! Jeng! *gebuk drum*
…………………
Admin kertas usang itu cewek dan cowok!
TAPI BUKAN! KITA BUKAN BANCI!
Jadi, adminnya #KU itu emang dua orang.
Cowok dan cewek.
Kita itu…..partner…..in love ;)
Pacaran hampir dua tahun, dan sama-sama hobi berpuisi ria
Kita itu gak pengen dibilang selebtwit
Makanya mungkin avatarnya tumblr agak diburamkan
Bukan agak lg sih :’)
Kita itu gak terlalu pengen eksis, terkenal
Cuma mau karya kita yang dikenal, cuma mau mereka semua dibaca dan diapresiasi sama kalian
Kayak namanya, kertas-kertas hasil tulisan kita rata-rata uda pada usang
Gak pernah berani ditunjukin ke siapa pun, dulunya
Sekarang deh baru berani
Dan kalian akhirnya malah kebagian baca kertas-kertas usang kita
Kita pengen tulisan kita itu berguna, nyenengin kalian semua, walau kadang-kadang buat ngegalauin kalian juga sih :p
Makasih uda ngikutin perjalanan #KU yang udah lewat setahun ini
Tetap dukung @kertasusang ya ;)
Oiya, setiap sabtu, kalian bisa ngebaca cerpen kita yang bakal dipost di twitter ataupun tumblr.
Jadi buat yang jomblo abadi, baru putus, pelaku ldr yang merana, atau yang pacarnya lagi sibuk nganterin “mama”nya, silahkan baca cerpen kita ya
Kalau mau kasih komen, kritik, boleh banget, kita terima dengan senang hati
We love you, guys!
mentari tak menghangatkanku
embun tak lagi bisa menyejukkan
betapa hatiku telah babak belur
luka dimana-mana, memar
bukankah kaki tak lagi dapat berlari kepada tujuan yang hilang?
bukankah asa tak lagi terlihat menarik jika unsur terpenting telah pergi?
ya, Sayang, kaulah unsur itu
kau hilangkan dirimu dari hidupku
dan kenapa aku ikut menghilangkan kebahagiaan darinya?
ketika kau memutuskan datang padaku
harusnya aku mencadangkan hati
sebab meski kau memang yang terindah, kau tetap yang paling berbisa
lelah aku menanti luka ini mengering
malah aku yang terus mengorek lagi dan lagi luka itu
dengan mengenang tentangmu di setiap malam
waktu…waktu…waktu…
kata mereka itulah penyembuh luka hati
tapi sampai kapan?
setahun? lima tahun? dua puluh tahun?
atau malah sampai masa ku di bumi telah habis?
inilah hidupku yang telah kau kacaukan, Sayang
selamat…selamat…
kau berhasil membuatku teramat mencintaimu…
sepi sering meneriakkan rindu padaku. tak lelah dia membisikiku perasaan-perasaan berlimpah yang sering kau hadirkan saat aku sedang bersamamu.
aku ingin sekali kau disini, Sayang.
dan yang paling aku rindukan adalah menyusup ke dalam rangkulan lenganmu. lalu tanganmu yang satunya akan kutautkan jari-jemariku.
jalan masih terlalu panjang, dan aku tidak tau apa jalanku ini berakhir di dirimu atau tidak. biar Tuhan yang simpan rahasia itu. agar sekarang kita tetap berusaha mempertahankan kita, memperjuangkan kisah ini.
tapi hanya satu hal yang pasti, aku bahagia bersamamu.
dan aku minta maaf jika terlalu sering mengalah pada keadaan. setialah memegang tanganku meski aku berontak ingin melepasnya. karena terkadang sengatan rindu terlalu sakit untuk ku tahankan sendiri. cemburu terkadang terlalu mendorongku untuk merasakan kembali sakit hati yang pernah kurasakan dulu. dan aku terlalu tidak percaya diri untuk melawan orang-orang yang bisa berada di sisimu saat kau membutuhkan seseorang untuk berbagi.
menepilah, di saat kita lelah. tapi tolong jangan tunjuk dua jalan yang berbeda untuk masa depan kita.
seperti angin musim panasku
yang tanpanya aku bisa merasa sangat kedinginan
boleh aku bermimpi malam ini?
aku minta izin karena aku ingin memimpikan pelukanmu
dingin sekali disini, Sayang
aku seperti anak kecil yang bepergian ke luar kota
dan merindukan selimut hangat dalam kamarnya..
ayo pulang! tidakkah kau rindu juga pelukku?
aku berlari terlalu jauh, sampai mati rasa kakiku. mereka sudah enggan melangkah. dan sekarang giliran tubuhku yang gemetar, ketakutan untuk mencoba memberi harap lagi bagi hatiku.
lelah sekali, Sayang. mencoba mengejarmu sama seperti mencoba mengejar sang mentari. tak ada gunanya.
sekarang, kumohon kembalikan lagi hatiku yang telah kau curi. memang bukan inginmu mencurinya, aku saja yang ternyata dengan bodohnya menawar-nawarkan hati yang sanggup mencinta.
tak apa, tak apa, Sayang, jika tidak bisa mencintaiku.
hanya saja, jika kau bisa, aku adalah manusia yang paling beruntung. aku akan jadi orang yang takkan pernah berhenti mengucap syukur atasmu.